Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti Bag5

Film ini sengaja dikemas Huda dengan gaya dramatis dan potongan gambar pendek-pendek yang berganti dengan cepat. ”Sasaran saya anak muda yang gampang bosan bila disuguhi footage panjang,” kata Huda. Cepatnya transisi adegan kadang memusingkan meski masih dapat diterima. Kon?ik dimunculkan dengan baik hingga mencapai klimaks yang menyentuh saat flm memunculkan ayah dan ibu Akbar. Ikatan kuat dengan keluarganyalah yang menghentikan Akbar dari niatnya bergabung dengan ISIS. ”Saya ingat orang tua bilang bahwa jihad tak harus dengan senjata, tapi bisa jihad pena.” Terlihat materi flm ini kaya dan berasal dari banyak sumber. Huda pergi ke beberapa kota dan mewawancarai banyak orang dengan mendalam. Selama proses produksi sepanjang Maret 2015 hingga Mei 2016, footage yang dikumpulkan mencapai 180 jam. ”Saya akan membuat beberapa flm lagi dari footage ini,” ujarnya.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti bag4

Meski kualitas gambarnya tidak seragam, alur flm ini menarik. Isu terorisme yang sering dikupas dengan berbagai macam pisau teori kali ini disajikan secara manusiawi. Pertama, kita diajak mengenal sosok Akbar. Dengan logat Aceh yang kentara, Akbar menceritakan kegiatan sehari-harinya di sekolah. Dia murid pintar yang hafal Al-Quran dan jago bicara di depan umum. Pada satu titik, Akbar bosan dengan pelajaran-pelajaran di sekolah. Ia sering menghabiskan waktu di Facebook. Layaknya remaja yang sedang mencari jati diri, jumlah komentar dan like jadi hal penting untuk membuktikan eksistensi. ISIS paham hal ini dan menjadikannya alat untuk rekrutmen. ”Yang bergabung disuruh melakukan selfe dulu dengan senjata, lalu dipasang di Facebook,” ujar Akbar.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti bag3

Keren, dikagumi gadis-gadis, dan bisa pamer di media sosial. Persoalan maskulinitas ternyata. Berangkat dari Akbar, Huda kemudian menyoroti metode perekrutan ISIS, yang menembus pelosok-pelosok Indonesia seperti Bekasi, Lamongan, bahkan penjara di Nusakambangan. Rekrutmen semakin mudah berkat media sosial seperti Facebook dan Twitter serta aplikasi komunikasi seperti WhatsApp. Lebih dari 500 orang Indonesia telah menyatakan diri bergabung dengan ISIS. Salah satu adegan flm menampilkan Fauzan Anshori, pendiri pesantren di Ciamis, Jawa Barat. Fauzan terang-terangan mengaku sebagai simpatisan ISIS. Dia juga menunjukkan bagaimana media sosial membantunya dengan cepat mengetahui berita-berita Timur Tengah. ”Tak jadi masalah bila Yahudi yang membuat Facebook dan WhatsApp,” kata Fauzan. ”Orangorang kafr itu yang menciptakan, kita yang memanfaatkan.”

Categories
Parenting

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Jika stres tak terkelola dengan baik, tekanannya terus bertambah, dirasakan secara sadar atau tidak, dampaknya bisa sangat beragam. Salah satunya, Mama mengalami masalah kesuburan sehingga lebih sulit mendapatkan kehamilan. Padahal untuk hamil, Mama perlu mendapatkan masa subur sehingga pembuahan berjalan dengan baik. Benarkah demikian? Menurut Allen Morgan, MD, direktur Shore Institute for Reproductive Medicine di New Jersey, AS, dalam sebuah jurnal, ini mungkin saja terjadi meski tidak secara langsung karena secara ilmiah hubungan langsung tersebut belum ditemukan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Maksudnya, tidak seperti kasus kanker ovarium, misalnya, yang secara langsung dapat menghambat Mama untuk hamil. Stres lebih ke arah gangguan terhadap keseimbangan produksi hormon, seperti meningkatnya hormon kortisol dan epinephrine yang akan memengaruhi kesuburan Mama. Morgan dan para dokter melakukan perbandingan antara pasangan yang mengalami stres dantidak.

Hasilnya ditemukan bahwa pasangan yang bahagia, santai dalam menjalani rutinitas, tidak begitu tertekan, lebih mudah mendapatkan kehamilan dibandingkan pasangan yang mengalami stres, sering tegang dan lelah, dan hidup yang penuh dengan tekanan. Hasil perbandingan ini dirilis di jurnal Human Reproduction. Masih menurut Morgan , saat tidak stres, protein di dalam rahim Mama meningkat sehingga Mama akan lebih subur dan kemungkinan terjadi pembuahan semakin besar.

Mengganggu Siklus Kesuburan

Tony Weschler, pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), juga menyatakan bahwa stres bisa mengganggu kesuburan Mama. Kinerja hipotalamus, selain mengatur emosi, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur. Intinya, stres bisa menunda kesuburan Mama sehingga kesempatan Mama untuk mendapatkan kehamilan pun bisa saja tertunda. Jika stres terus berkelanjutan bisa saja pelepasan sel telur tertunda menjadi lebih lama.

Masa subur ditandai dengan pengeluaran sel telur matang dari indung telur. Biasanya terjadi di antara hari ke 12-18 usai menstruasi. Bila seorang perempuan mengalami stres, maka masa subur bisa terganggu, menjadi tidak teratur atau sama sekali tidak subur. Sebab, proses keluarnya sel telur (ovulasi) dipengaruhi kinerja hipotalamus hipofi sis di dalam otak yang memengaruhi pengeluaran hormonhormon yang mematangkan dan mengeluarkan sel telur.

Misalnya, sebelum dilepas, sel telur dimatangkan oleh estrogen. Di sini akan terjadi peningkatan hormon FSH (Follical Stimulating Hormon) dan LH (Luteinizing Hormon) sehingga telur bisa dikeluarkan. Nah, kestabilan ini akan terganggu jika Mama mengalami stres yang membuat sel telur tidak matang dan tidak dapat keluar. Menjelang ovulasi pun biasanya produksi lendir serviks (cervical mucus) meningkat dan Mama dianggap sedang menuju atau mengalami masa subur.

Tetapi ketika stres, produksi lendir serviks berkurang atau malah kering yang menurunkan tingkat kesuburan Mama. Jika siklus yang tidak teratur ini terus-menerus terjadi, maka level kesuburan Mama bisa terus turun. Pada kondisi stres pun, produksi hormon kortisol meningkat yang dapat menyebabkan kemampuan reproduksi terganggu.

Categories
Parenting

Yang Bahagia Yang Lebih Mudah Hamil

Rasa waswas mengiringi Loretta saat masuk ke ruang praktik dokter Boy. Saat itu ia akan menerima kabar tentang pemeriksaan organ reproduksinya yang dilakukan beberapa hari lalu. Meski sudah berusaha tenang namun tetap saja ia waswas, takut kabar buruk bakal diterimanya. “Silahkan duduk Bu Reta!” pinta dokter Boy dengan ramah. Senyumnya terus mengembang sambil mena nyakan kabar Reta akhir-akhir ini.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Dokter Boy ber usaha mencairkan ketegangan di wajah Reta yang jelas terlihat. Reta tersenyum, sedikit ketegangan hilang saat melihat sumringah senyum dokter Boy. Tapi di sudut hati, tetap saja keinginannya untuk segera mendapatkan kehamilan berombak-ombak. Itu yang membuatnya kembali was-was. Setelah berbincang sejenak, dokter Boy menge luarkan beberapa lembar kertas hasil pemeriksaan. Ia pun mulai menjelaskan kondisi kesehatan, ter utama organ reproduksi, Reta. “Semua pemeriksaan sudah dilakukan dan hasil nya menunjukkan kalau semuanya normal,” jelas dokter Boy.

“Lalu?” Reta tak sabar ingin mengetahui kesimpul annya. “Ada kemungkinan masalahnya bukan pada fi sik Ibu,” jawab dokter Boy. “Di mana?” “Mungkin psikis, karena mungkin Bu Reta begitu sibuk dengan pekerjaan hingga stres, atau mungkin ada masalah lain?” ujar dokter Boy. Reta tersenyum getir, ia tahu arah pertanyaan dokter Boy. Bagaimana tidak stres, deadline pekerjaan harus ia hadapi setiap hari dan itu sangat menyita pikiran dan waktunya.

Kemudian, dokter Boy menjelaskan kenapa stres bisa menghambat Reta mendapatkan kehamilannya. Selang sebulan, demi menghindari stres dan ingin mendapatkan kehamilan, Reta pindah rumah ke luar kota. Sebuah kota di kaki gunung dengan suasana nyaman, sejuk, sepi menjadi pilihan. Beberapa bulan kemudian Reta mengabarkan ke dokter Boy bahwa dirinya positif hamil.

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Setiap orang pasti akan mendapatkan stres atau tekanan di dalam aktivitasnya. Tetapi tekanan tersebut berbeda-beda, ada yang ringan, sedang, dan berat. Yang ringan mungkin tak terasa, sementara yang sedang apalagi berat kerap menjadi masalahyang dapat mengganggu kondisi psikologis Mama. Tekanan-tekanan tersebut bisa karena beban pekerjaan, permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekantor, impitan ekonomi, kecelakaan, kehilangan orang-orang terkasih, dan sebagainya.

Sumber : pascal-edu.com

Categories
Resep

Sate Semur Daging ala Cafe Instagramable di Jakarta

Sate Semur Daging ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 1/2 resep semur daging, potong dadu 1/2×1/2 cm 2 sdm kecap manis, untuk olesan 1 sdt minyak, untuk olesan 2 sdm bawang goreng, untuk taburan 10 bh tusuk sate Bahan Sambal Kacang: 100 gr kacang tanah kulit, goreng, haluskan 5 sdt gula merah sisir 1/2 sdt garam 300 ml air Bumbu Halus: 1/4 sdt terasi, bakar 8 bh cabai merah keriting 2 bh cabai rawit merah 1 cm kencur 2 siung bawang putih 1 lbr daun jeruk, buang tulangnya

Cara Membuat Untuk 10 Ttusuk : 1. Sambal, rebus air, bumbu halus, gula merah, dan garam sampai harum. Tambahkan kacang tanah. Masak sampai matang. 2. Tusuk-tusuk daging dengan tusukan sate. Sisihkan. 3. Campur sisa bumbu semur dengan kecap manis dan minyak. 4. Bakar sate di atas pan bergelombang sambil diolesi bumbu kecap. Angkat. Taburi bawang goreng. Sajikan bersama saus kacang.

Ayam Bakar Bawang Merah Untuk 6 Porsi

Bahan: 1 ekor ayam, potong 6 bagian, kerat-kerat 2 lbr daun salam 2 lbr daun jeruk, buang tulangnya 1 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 500 ml santan dari 1/2 btr kelapa 1 sdm minyak, untuk menumis Bumbu Halus: 2 btr kemiri, sangrai 1 cm kunyit, bakar 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 3 bh cabai merah besar 3 bh cabai merah keriting 1/2 sdt ketumbar Bahan Sambal: 4 bh cabai rawit merah 3 bh cabai merah keriting 1 siung bawang putih 1/2 cm jahe 5 btr bawang merah, iris halus 1 sdm minyak, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam dan daun jeruk. Masukkan ayam. Aduk hingga berubah warna. Bubuhi garam dan merica bubuk. Aduk rata. 2. Tuang santan sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. Masak sampai bumbu meresap. 3. Bakar ayam di atas pan bergelombang sambil diolesi sisa bumbu hingga kecokelatan. Sisihkan. 4. Sambal, ulek kasar cabai, bawang putih, dan jahe. Panaskan minyak, tumis bawang merah hingga harum. Masukkan bumbu ulek. Bubuhi garam dan merica bubuk. Masak hingga bahan matang. 5. Tuang sambal diatas ayam bakar.

Sumber : stoica.id