Categories
Parenting

Yang Bahagia Yang Lebih Mudah Hamil

Rasa waswas mengiringi Loretta saat masuk ke ruang praktik dokter Boy. Saat itu ia akan menerima kabar tentang pemeriksaan organ reproduksinya yang dilakukan beberapa hari lalu. Meski sudah berusaha tenang namun tetap saja ia waswas, takut kabar buruk bakal diterimanya. “Silahkan duduk Bu Reta!” pinta dokter Boy dengan ramah. Senyumnya terus mengembang sambil mena nyakan kabar Reta akhir-akhir ini.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Dokter Boy ber usaha mencairkan ketegangan di wajah Reta yang jelas terlihat. Reta tersenyum, sedikit ketegangan hilang saat melihat sumringah senyum dokter Boy. Tapi di sudut hati, tetap saja keinginannya untuk segera mendapatkan kehamilan berombak-ombak. Itu yang membuatnya kembali was-was. Setelah berbincang sejenak, dokter Boy menge luarkan beberapa lembar kertas hasil pemeriksaan. Ia pun mulai menjelaskan kondisi kesehatan, ter utama organ reproduksi, Reta. “Semua pemeriksaan sudah dilakukan dan hasil nya menunjukkan kalau semuanya normal,” jelas dokter Boy.

“Lalu?” Reta tak sabar ingin mengetahui kesimpul annya. “Ada kemungkinan masalahnya bukan pada fi sik Ibu,” jawab dokter Boy. “Di mana?” “Mungkin psikis, karena mungkin Bu Reta begitu sibuk dengan pekerjaan hingga stres, atau mungkin ada masalah lain?” ujar dokter Boy. Reta tersenyum getir, ia tahu arah pertanyaan dokter Boy. Bagaimana tidak stres, deadline pekerjaan harus ia hadapi setiap hari dan itu sangat menyita pikiran dan waktunya.

Kemudian, dokter Boy menjelaskan kenapa stres bisa menghambat Reta mendapatkan kehamilannya. Selang sebulan, demi menghindari stres dan ingin mendapatkan kehamilan, Reta pindah rumah ke luar kota. Sebuah kota di kaki gunung dengan suasana nyaman, sejuk, sepi menjadi pilihan. Beberapa bulan kemudian Reta mengabarkan ke dokter Boy bahwa dirinya positif hamil.

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Setiap orang pasti akan mendapatkan stres atau tekanan di dalam aktivitasnya. Tetapi tekanan tersebut berbeda-beda, ada yang ringan, sedang, dan berat. Yang ringan mungkin tak terasa, sementara yang sedang apalagi berat kerap menjadi masalahyang dapat mengganggu kondisi psikologis Mama. Tekanan-tekanan tersebut bisa karena beban pekerjaan, permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekantor, impitan ekonomi, kecelakaan, kehilangan orang-orang terkasih, dan sebagainya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *