Categories
Berita

Modal Besar Menyeret Pembakar Bag5

Rujukannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran. ”Dalam aturan itu ada rumus untuk mengkonversi kerusakan lingkungan dalam bentuk ganti rugi,” ujar Bambang. Berdasarkan perhitungan Bambang, ada dua jenis kerugian akibat kebakaran lahan National Sago: kerugian ekologis karena rusaknya lingkungan serta kerugian ekonomis karena hilangnya potensi pendapatan selama 15 tahun. Total kedua jenis kerugian ini sekitar Rp 319,168 miliar. Setelah lahan hangus terbakar, menurut Bambang, perlu biaya besar dan waktu lama untuk memulihkannya. Bambang menghitung biaya pemulihan lahan seluas 3.000 hektare itu sekitar Rp 737,745 miliar. Setelah menghitung kerugian, pekerjaan berikutnya adalah menyusun argumen hukum yang kokoh.

Categories
Tech

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold bag2

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold bag2

Jadi, dalam pengajaran STEM siswa belajar berbasis proyek untuk memecahkan masalah tertentu dengan berbagai keilmuan yang ada, seperti dijelaskan Stephen F DeAngelis (praktisi pendidikan dari Enterra Solution). Bukan berdasarkan mata pelajaran tertentu seperti yang selama ini dilakukan. Empat keilmuan STEM menjadi dominan dalam penyelesaian masalah, karena menurut National Science Foundation, lebih dari 80% pekerjaan dalam 10 tahun ke depan diprediksi akan terkait dengan empat bidang ini. Lebih lanjut DeAngelis menjelaskan bahwa jika diajarkan dengan benar, STEM mempersiapkan para siswa untuk menghadapi hidup ketimbang membimbing mereka menjalani profesi tertentu.

Karena siswa diajak menyelesaikan masalah dan berpikir kreatif, dua hal esensial dari sebuah inovasi. Ketika siswa bisa berinovasi ia bisa menciptakan pekerjaannya sendiri alias entrepreneur dan turut menyelesaikan masalah di lingkungannya. Satu hal yang tak didapat dari metode belajar hafalan. Dengan menyelesaikan masalah sendiri, siswa dapat langsung memahami fungsi dari ilmu STEM yang selama ini dipelajari. Fenomena yang selama ini yang terjadi di ruang-ruang kelas kita adalah kita tak mengerti untuk apa ilmu kimia, fisika, atau aljabar yang kita pelajari dalam keseharian. Belajar hanyalah untuk mengejar nilai saat ujian dan dilupakan begitu ujian selesai.

Pembelajaran menjadi sekedar angka di rapor ketimbang untuk menambah kekayaan hidup. Belajar bukan proses yang menyenangkan malahan membosankan karena kita tak terlibat didalamnya. Begitu siswa menyadari konsep inti dari pelajaran mereka, mereka bisa melihat masalah dan menggunakan kreativitas dan rasa penasaran mereka untuk meneliti, merancang, mengetes, dan mencari solusi. Meski solusi yang tepat mungkin tak langsung ditemukan dalam sekali waktu. Namun, kesalahan bukanlah hal yang tabu. Sebenarnya cara belajar ini sejalan dengan kurikulum 2013 dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang lalu, M. Nuh. Sayangnya oleh Mendikbud Anies Baswedan kurikulum 2013 ditarik karena dianggap belum matang.

Agar setiap siswa didikan PSF mumpuni dalam hal-hal tersebut, PSF menerapkan cara belajar STEM di tiap jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Nenny lantas bercerita semasa ia bersekolah diluar Indonesia. Saat itu pelajaran praktikum Kimia dan Nenny tidak memerhatikan pelajaran dengan baik karena asyik mengobrol. Alhasil, cairan yang seharusnya berwarna hijau, miliknya malah berwarna merah. Gurunya pun menghampiri dan bertanya kenapa warna cairannya bisa berbeda. Dengan rasa bersalah Nenny mengaku tidak memerhatikan. Ia lantas ditanya penyebab warna cairannya berbeda. Ia diajak berpikir mengenai kesalahannya. Nenny lantas memperkirakan karena ia salah memasukkan bahan kimia yang ada sehingga warna cairannya berbeda. Inilah yang menurut Nenny letak pembelajarannya, kesalahan bukan nista. Kita pun tak perlu takut jika salah, tapi mengakui dan memahami sebab kesalahan terjadi adalah bagian dari proses belajar.

Sumber ; autotradgold.space