Tip Praktis Untuk Mama Papa

Pada awalnya orangtua harus siap mengikuti pola buang air kecil anak. Konsistensi juga menjadi kunci keberhasilan toilet training. Kita harus rela membawa anak ke toilet setiap 2-3 jam sekali untuk BAK. Misal, saat baru bangun tidur di pagi hari, sebelum atau sesudah makan, atau setelah bepergian dari luar. Pada malam hari kita dapat mengajak anak buang air kecil sebelum tidur dan sangat mungkin harus bangun tengah malam untuk mengajak anak ke toilet sehingga ia tidak mengompol.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Perhatikan keamanan dalam toilet, misalnya tidak licin, sehingga dapat menyebabkan anak terjatuh. Pengalaman pertama yang tidak menyenangkan di toilet dapat memengaruhi keberhasilan toilet training. ¦ Sesuaikan ukuran kloset untuk anak. ¦ Pakaikan anak celana yang mudah dilepas sehingga ia tidak mengalami kesulitan saat akan BAK atau BAB. ¦ Usahakan supaya anak tidak duduk lebih dari 5 menit karena bisa jadi anak sebenarnya belum benar-benar ingin BAK atau BAB. Jadi, usahakan kita mengetahui dengan pasti anak akan segera BAK atau BAB setelah didudukkan. Jika terlalu lama duduk, anak akan merasa tidak nyaman sehingga kurang menyukai pengalaman pertamanya.

¦ Pastikan seluruh anggota keluarga siap membantu proses toilet training. ¦ Beri pujian bila anak berhasil BAK atau BAB tanpa banyak kesulitan. Namun, jangan terlalu membesarbesarkan keberhasilan ini karena pada dasarnya mengontrol BAB atau BAK merupakan proses yang harus ia lewati secara alami. ¦ Jika anak belum berhasil, jangan marahi karena kemarahan justru akan mengganggu kelancaran proses toilet training. ¦ Hindari membicarakan ketidakberhasilan anak karena hal ini akan membuat ia merasa malu, bahkan gagal, dalam memenuhi harapan orangtua.

Jangan Lupakan Ini!

¦ Terlebih dahulu perkenalkan anak dengan penggunaan kloset, seperti cara duduk yang benar. ¦ Ajak anak ke toilet. Dengan sikap tenang, dudukkan anak pada kloset. Biarkan ia merasakan pengalaman pertamanya duduk di atas kloset. Selanjutnya, orangtua dapat menanyakan perasaan anak. Jika anak belum bisa menggunakan kloset, gunakan pispot sehingga sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ada baiknya anak memilih sendiri pispotnya. Selain pispot, kita juga bisa membeli dudukan kloset agar anak merasa nyaman.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *