Categories
Parenting

Sarapan Sereal Sarat Gizi

Para mama mungkin menghadapi situasi yang sama setiap pagi dengan si buah hati, mulai sulitnya membangunkan anak hingga sarapan yang “asal saja” karena terburu-buru. Padahal, sarapan sangat penting untuk anak-anak, terutama di usia sekolah, karena padatnya kegiatan sekolah membuat anak memerlukan asupan gizi yang cukup.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Bila anak sarapan sembarangan atau bahkan tidak sempat sarapan, akan memengaruhi fisik dan psikologis si anak saat proses belajar. Contoh, daya tangkap anak akan berkurang karena kekosongan perut dapat menurunkan konsentrasi. Sebaliknya bila anak teratur dan terbiasa sarapan, akan meningkatkan daya ingat, mendukung terbentuknya disiplin, membantu meningkatkan prestasi akademis, mempertahankan tubuh yang sehat, mencegah anak mengonsumsi jajanan tidak sehat, serta mencegah obesitas. Mengapa?

Karena anak yang sarapan dengan baik di rumah biasanya enggan ngemil seperti cokelat, permen, dan snack, hingga waktu makan siang tiba. Hal-hal di atas diungkap oleh spesialis gizi, Dr. Fiastuti Witjaksono MSc, MS, SpGK saat peluncuran sereal Simba Rainbow Hoops di Locanda Food Voyager, beberapa waktu lalu. “Sarapan harus memenuhi paling tidak seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Sarapan yang baik mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral, dan juga serat demi tumbuh-kembang anak, terutama untuk konsentrasinya di sekolah,” jelas Fiastuti.

Bentuk dan warna sereal Rainbow Hoops yang menarik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak untuk rajin sarapan. Varian rasa yang ditawarkan Rainbow Hoops yakni lemon, jeruk, dan stroberi. Bila disantap dengan segelas susu, sereal ini menjadi sarapan yang enak dan bernutrisi. Karsun Mulyadi, Marketing dari Simba Rainbow Hoops menjelaskan, sarapan dengan sereal dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker usus besar, dan polip di usus. Demi mengampanyekan pentingnya sarapan, Simba Rainbow Hoops akan berkeliling ke 100 sekolah dasar di Jakarta dan Bandung hingga akhir 2015.

Jika Anak Belum Bisa Mengeluarkan Ingus

“Kala si kecil meler, saya kasihan dan sedih melihatnya, karena selain tidurnya gelisah, anakku juga tidak bisa mengeluarkan ingus seperti kita, orang dewasa. Nah, supaya ingusnya bisa dikeluarkan, saya memberikan minyak telon di dadanya dan posisi tidurnya saya miringkan.”

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *