Categories
Parenting

Pindah Dokter, Benarkah Sulit?

Pahami dulu hak dan kewajiban Mama sebagai pasien agar rencana pindah dokter berjalan mulus. Sebut saja Devi, yang masa kehamilannya kini masuk trimester dua. Perutnya yang semakin berat, membuatnya lebih cepat lelah, sehingga ia berniat pindah dokter obgin. Apalagi, selain jalan menuju tempat praktiknya lumayan macet, juga antrean pasiennya kerap mengular.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Maklum, sang dokter memang terkenal piawai dan ramah. Namun, semakin lama dijalani, Devi merasa semakin berat kalau harus bermacetria dan mengantre lama. Jadilah dia memutuskan pindah ke dokter yang jaraknya lebih dekat walau belum setenar dokternya yang pertama. Namun, belum juga niatnya dilaksanakan, Devi mendengar, prosedur pindah dokter ternyata tak semudah yang dia bayangkan. Menurut temannya, tidak semua dokter mau menerima pasien pindahan dari dokter lain. Jadi, Devi harus memastikan dulu bahwa dokter barunya ini mau menerima dirinya.

Belum lagi masalah rekam medis, yang katanya, belum tentu diberikan oleh dokter yang lama. Devi keberatan jika harus periksa ulang karena hal itu berarti biaya tambahan. Apakah Mama pernah mengalami hal serupa? HAK PASIEN Jangan khawatir, karena untuk hal ini ada undang-undang yang mengaturnya. Jadi, Mama boleh dan berhak, kok, konsultasi atau memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit atau klinik lain.

Tidak ada yang berhak melarang Mama. Namun, Mama juga perlu tahu bahwa undang-undang pun membolehkan dokter atau rumah sakit untuk menolak pasien baru, karena, misalnya: tempat tidur atau kamar perawatan sudah penuh, fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia, atau kompetensi dokter yang dibutuhkan tidak ada. Fasilitas itu bisa berupa alat atau pemeriksaan.

Kecuali dalam kondisi gawat darurat, seperti: korban kecelakaan, mamil yang sudah mau melahirkan atau pecah ketuban, pasien penyakit akut yang kambuh atau kolaps, dan sebagainya, maka petugas medis wajib hukumnya memberikan pertolongan. Tapi tentu, sebelum pindah, sebaiknya Mama berterus terang kepada dokter yang pertama mengenai alasan kepindahan. Kalau memang rumah Mama terlalu jauh dan Mama jadi lelah menempuh perjalanan, dokter pasti bisa memahami.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *