Categories
Parenting

Banyak Cara Rayakan Kehamilan Bag2

Kelapa itu telah digambari tokoh Kamajaya dan Kamaratih. Mereka itu tokoh pewayangan yang terkenal ganteng dan cantik. Harapannya, agar anak yang lahir kelak bisa keren seperti mereka.” “Yang bikin capek waktu harus ganti busana 7 jenis kain (jarik) dengan motif berbeda. Ha ha ha.. meski capek tapi senang.

Baca juga : Kerja di Jerman

Apalagi di akhir acara, saya boleh makan rujak serut yang memang bagian dari upacara. Pas kan, ibu hamil pengen yang asem-asem,” cerita Dewi yang tetap tinggal di Solo hingga buah hatinya lahir beberapa bulan lalu. Capek tapi senang, itu pula yang dialami oleh Shinta M. Depari yang melaksanakan adat Batak Karo waktu usia kehamilan 7 bulan. “Saya pakai kebaya dengan sarung ulos meski perut sudah gendut. Di hadapan saya ada satu ekor ayam kampung utuh yang dimasak secara tradisional. Juga ada Lemang, Cimpa (makanan khas Batak Karo), dan pisang.

Aduh, kenyang banget, karena aku dan suami disuapi makanan-makanan tersebut oleh kedua orangtua kami, paman, bibi, dan keluarga inti lainnya. Mereka menyuapi sambil memberikan doa-doa yang baik supaya ibu dan anak sehat sewaktu persalinan nanti.” Ala Jepang Hingga Baby Shower Nah, itu tata cara adat merayakan kehamilan di negeri kita, bagaimana dengan negara lain? Jepang, misalnya ibu hamil di sana juga punya tradisi mengungkap rasa syukur atas kehamilan.

Ungkapan rasa syukur yang telah dirayakan sejak berabadabad lalu ini, diadakan pada saat kehamilan usia tiga bulan. Juliana Ishii, perempuan Indonesia bersuamikan orang Jepang yang kini tinggal di Hamamatsu, pernah menjalani upacara ini. “Jadi, ibu mertua menyiapkan semacam upacara kecil yang diawali minum teh bersama.

Kami, yang perempuan mengenakan kimono, dan semua duduk di tatami. Saat itu, saya dipersilakan makan kedelai, ikan rebus, mochi, nasi, dan banyak sayur lainnya dalam satu nampan. Sambil menyantap hidangan bersama, ibu mertua akan memberikan sejumlah nasihat, seperti selama hamil jangan mengonsumsi makan makanan laut yang memiliki cakar seperti kepiting atau lobster.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *