Categories
Parenting

Pindah Dokter, Benarkah Sulit?

Pahami dulu hak dan kewajiban Mama sebagai pasien agar rencana pindah dokter berjalan mulus. Sebut saja Devi, yang masa kehamilannya kini masuk trimester dua. Perutnya yang semakin berat, membuatnya lebih cepat lelah, sehingga ia berniat pindah dokter obgin. Apalagi, selain jalan menuju tempat praktiknya lumayan macet, juga antrean pasiennya kerap mengular.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Maklum, sang dokter memang terkenal piawai dan ramah. Namun, semakin lama dijalani, Devi merasa semakin berat kalau harus bermacetria dan mengantre lama. Jadilah dia memutuskan pindah ke dokter yang jaraknya lebih dekat walau belum setenar dokternya yang pertama. Namun, belum juga niatnya dilaksanakan, Devi mendengar, prosedur pindah dokter ternyata tak semudah yang dia bayangkan. Menurut temannya, tidak semua dokter mau menerima pasien pindahan dari dokter lain. Jadi, Devi harus memastikan dulu bahwa dokter barunya ini mau menerima dirinya.

Belum lagi masalah rekam medis, yang katanya, belum tentu diberikan oleh dokter yang lama. Devi keberatan jika harus periksa ulang karena hal itu berarti biaya tambahan. Apakah Mama pernah mengalami hal serupa? HAK PASIEN Jangan khawatir, karena untuk hal ini ada undang-undang yang mengaturnya. Jadi, Mama boleh dan berhak, kok, konsultasi atau memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit atau klinik lain.

Tidak ada yang berhak melarang Mama. Namun, Mama juga perlu tahu bahwa undang-undang pun membolehkan dokter atau rumah sakit untuk menolak pasien baru, karena, misalnya: tempat tidur atau kamar perawatan sudah penuh, fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia, atau kompetensi dokter yang dibutuhkan tidak ada. Fasilitas itu bisa berupa alat atau pemeriksaan.

Kecuali dalam kondisi gawat darurat, seperti: korban kecelakaan, mamil yang sudah mau melahirkan atau pecah ketuban, pasien penyakit akut yang kambuh atau kolaps, dan sebagainya, maka petugas medis wajib hukumnya memberikan pertolongan. Tapi tentu, sebelum pindah, sebaiknya Mama berterus terang kepada dokter yang pertama mengenai alasan kepindahan. Kalau memang rumah Mama terlalu jauh dan Mama jadi lelah menempuh perjalanan, dokter pasti bisa memahami.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Categories
Parenting

ASI Lancar dan Badan Langsing Bag2

PERHATIKAN CARA MEMASAK Untuk bisa mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan saat menyusui, cara memasak bahan makanan juga harus diperhatikan. Usahakan tidak mengonsumsi bahan makanan secara mentah, melainkan dikukus atau direbus. Kurangi frekuensi menggoreng, apalagi dengan minyak yang berulangulang digunakan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kenapa? Karena cara memasak tersebut tidak sehat, mengandung lemak jenuh, juga bisa membuat BB Mama cepat naik. Meski mama menyusui dianjurkan untuk menghindari MSG, namun setiap masakan diusahakan tetap diberi garam sedikit saja. Tren memasak tanpa garam untuk diet langsing yang marak sekarang ini, sangat tidak disarankan untuk mama menyusui, karena Mama menyusui butuh yodium. Begitu juga dengan pemanis, gunakan gula rendah kalori atau madu.

JANGAN MALAS GERAK Tip lain agar kecukupan gizi di masa menyusui tercukupi, namun kondisi tubuh Mama tetap bugar serta cepat langsing, Mama juga harus aktif bergerak dan berolahraga. Dengan aktif bergerak, metabolisme tubuh menjadi baik, sehingga penyerapan nutrisi pun menjadi optimal.

Produksi ASI menjadi lancar, proses pembentukan tubuh akan terjadi, sehingga langsing pun didapat. Memang, sih, Ma, langsing enggak bisa dalam sekejapan mata, butuh waktu dan proses. Bahkan, banyak ahli mengingatkan agar Mama lebih mengutamakan kelancaran ASI terlebih dahulu, ketimbang keinginan untuk kembali langsing.

SAMPAI HABIS “Al mulai makan sendiri sejak usia 14 bulan, walau suapannya belum sempurna. Tapi, dia jago nyuapin papa mamanya, terutama makan buah, dia hobi nyuapin papanya dan nyuapinnya cepet banget. Apalagi kalau Al sudah tak mau lagi makan buahnya, yang harus menghabiskan, ya, papanya, dia suapin terus papanya sampai buahnya habis.” Harry Kurniyawan, papa dari Almeer Fawwaz Kurniyawan (25 bulan).

SOO SWEET “Setiap Azka punya jajanan es, cokelat, maupun es krim, dia selalu menyisihkan untuk papanya. Suatu ketika, saya pernah iseng, saya belikan Azka cokelat, lalu saya berkata, ‘Enak, ya, Mas, cokelatnya. Kita habiskan, yuk, Papa tidak usah dikasih.’ Dengan tegas, Azka langsung menjawab, ‘Gak boleh, bagi buat Papa, kasian!’ Begitu papanya datang, Azka langsung berlari menghampiri papanya, ‘Papa, aku punya cokelat, ini buat Papa.’ Lalu, Azka menyuapi papanya.” Budi setiawan, papa dari Azka Dimas Praditama (3,5).

Sumber : https://pascal-edu.com/

Categories
Parenting

Tak Pernah Lelah Menanti Buah Hati Bag3

Dokter sempat pesimis kehamilan bakal terjadi meski dengan program bayi tabung sekalipun, karena sulitnya ovum menempel di endometrium. Kami sempat drop, karena kemungkinan hamil sangat kecil meski dengan program bayi tabung sekalipun. Kami pun terus berdoa dan melanjutkan kebiasaan bersedekah setiap Jumat ke panti asuhan.

beasiswa S1 Jerman Full gratisupstory.org

Berhubungan intim di masa subur pun terus kami lakukan. Pokoknya, usaha dan terus berusaha. Di tengah rencana pergi ke dokter kandungan kelima yang ahli masalah endometrium, kabar mengejutkan datang. Saya positif hamil, tepat lima tahun sejak pernikahan kami. Syukur alhamdulillah, kehamilan ini kami perhatikan betul hingga lahirlah Azka. Terima kasih ya Allah. Usaha keras kami akhirnya Kau kabulkan.

Kondisi Diabetes Pengaruhi Respons Janin

Janin cenderung bereaksi lebih lambat terhadap suara setelah Mama dengan diabetes gestasional mengonsumsi makanan dan minuman manis, demikian hasil studi yang dimuat di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. “Melalui studi ini, untuk pertama kalinya terlihat kaitan antara diabetes kehamilan dengan kecepatan reaksi janin setelah makan,” kata Hubert Preissl, PhD dari University Hospital Tübingen, Jerman.

“Temuan ini membuka wawasan baru bagi para ahli. Sebelumnya, peneliti berasumsi bahwa metabolisme Mama akan membentuk metabolisme anak, sehingga anak bisa berpotensi mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari. Ternyata, justru fungsi otaklah yang terpengaruh oleh metabolisme Mama,” lanjut Preissl yang juga ahli di German Center for Diabetes Research dan Institute for Diabetes Research and Metabolic Diseases, Helmholtz Center Munich.

Vaksin Dpt Aman Bagi Mama Hamil

Meski Mama sudah pernah mendapatkan vaksin DPT yang dapat melindungi dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, masih banyak yang enggan menjalaninya. “Banyak mama hamil enggan minum obat, apalagi mendapatkan vaksinasi,” kata Dr. Jennifer Wu, ahli obstetri dan ginekologi dari Lenox Hill Hospital, New York.

Padahal, menurut hasil penelitian yang dimuat di Journal of the American Medical Association, pemberian vaksin DPT saat hamil aman untuk Mama dan juga janin, bahkan meski Mama pernah divaksin sebelumnya. “Hal ini dikarenakan jenis vaksin yang diberikan bukanlah vaksin hidup,” tambah Dr. Tracy Adams, ahli di bidang kesehatan ibu dan janin.

Categories
Parenting

Penasaran Dengan Hari Perkiraan Lahir

Dokter judi, selama ini saya masih penasaran, apa sih yang membuat ibu hamil melahirkan melebihi hpl (hari perkiraan lahir) dan sama sekali tidak merasakan kontraksi? Sewaktu hamil, saya melebihi 9 hari dari hpl, dan akhir nya diinduksi sampai 4 infus dan 1 tablet obat. Saya tidak tahu itu obat apa, tapi denyut jantung janin tetap kuat dan pembukaan sampai pembukaan 3. Akhirnya saya sesar.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Padahal berat badan janin juga tidak besar (3 kg). Mohon pen cerahan. Terima kasih. Muhimmatul Ulya – Jakarta Kapan seorang ibu hamil akan melahirkan? Itu merupakan rahasia Allah SWT. Banyak teori yang mencoba mengungkapkan mekanisme terjadinya proses persalinan, tetapi belum ada satu pun yang memuaskan. Ada yang mengatakan penekanan bagian terendah janin pada suatu tempat di dasar panggul , perubahan kadar hormonal saat kehamilan mencapai kehamilan cukup bulan, faktor plasenta, atau hormon oksitosin.

Penjelasan dari semua teori itu tidak ada yang dominan menjadi sebab dari terjadinya persalinan. Pada kehamilan lewat waktu, sering ditemukan adanya ke kurangan reseptor hormon oksi tosin pada rahim. Hormon oksitosin adalah hormon yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. Bila kekurangan hormon tersebut, maka rahim sulit atau tidak dapat ber kontraksi dengan baik, meskipun diberi infus oksitosin atau diberi obat minum atau obat melalui vagina.

Pengalaman Ibu saat diinduksi menunjukkan tidak efektifnya proses induksi akibat kurangnya reseptor oksitosin. Berat bayi yang tidak besar dan pembukaan bisa men capai 3 cm serta panggul yang normal, bukan merupakan gagal nya induksi persalinan. Pada ke hamil an yang akan datang, usahakan kesehatan Ibu yang lebih baik dan periksa kehamilan pada dokter kandungan. Terima kasih atas pertanyaannya.

Ditunjukkan dokter saat usg ”Mendengar detak jantung janin pertama kali saat kandunganku memasuki trimester kedua, kira-kira usia lima bulan. Pada waktu melakukan USG, dokter mengatakan bayiku sehat dan ia menunjukkan detak jantung janinku. Aku dan suami mendengarkan sambil mengucap syukur yang tak terhingga. Bahagia sekali rasanya. Begitu banyak doa yang kami panjatkan untuk kesehatan bayi dan keselamatannya nanti. Berharap yang terbaik dan lancar saat persalinan.” Karlina rahayu, 8 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Sarapan Sereal Sarat Gizi

Para mama mungkin menghadapi situasi yang sama setiap pagi dengan si buah hati, mulai sulitnya membangunkan anak hingga sarapan yang “asal saja” karena terburu-buru. Padahal, sarapan sangat penting untuk anak-anak, terutama di usia sekolah, karena padatnya kegiatan sekolah membuat anak memerlukan asupan gizi yang cukup.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Bila anak sarapan sembarangan atau bahkan tidak sempat sarapan, akan memengaruhi fisik dan psikologis si anak saat proses belajar. Contoh, daya tangkap anak akan berkurang karena kekosongan perut dapat menurunkan konsentrasi. Sebaliknya bila anak teratur dan terbiasa sarapan, akan meningkatkan daya ingat, mendukung terbentuknya disiplin, membantu meningkatkan prestasi akademis, mempertahankan tubuh yang sehat, mencegah anak mengonsumsi jajanan tidak sehat, serta mencegah obesitas. Mengapa?

Karena anak yang sarapan dengan baik di rumah biasanya enggan ngemil seperti cokelat, permen, dan snack, hingga waktu makan siang tiba. Hal-hal di atas diungkap oleh spesialis gizi, Dr. Fiastuti Witjaksono MSc, MS, SpGK saat peluncuran sereal Simba Rainbow Hoops di Locanda Food Voyager, beberapa waktu lalu. “Sarapan harus memenuhi paling tidak seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Sarapan yang baik mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral, dan juga serat demi tumbuh-kembang anak, terutama untuk konsentrasinya di sekolah,” jelas Fiastuti.

Bentuk dan warna sereal Rainbow Hoops yang menarik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak untuk rajin sarapan. Varian rasa yang ditawarkan Rainbow Hoops yakni lemon, jeruk, dan stroberi. Bila disantap dengan segelas susu, sereal ini menjadi sarapan yang enak dan bernutrisi. Karsun Mulyadi, Marketing dari Simba Rainbow Hoops menjelaskan, sarapan dengan sereal dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker usus besar, dan polip di usus. Demi mengampanyekan pentingnya sarapan, Simba Rainbow Hoops akan berkeliling ke 100 sekolah dasar di Jakarta dan Bandung hingga akhir 2015.

Jika Anak Belum Bisa Mengeluarkan Ingus

“Kala si kecil meler, saya kasihan dan sedih melihatnya, karena selain tidurnya gelisah, anakku juga tidak bisa mengeluarkan ingus seperti kita, orang dewasa. Nah, supaya ingusnya bisa dikeluarkan, saya memberikan minyak telon di dadanya dan posisi tidurnya saya miringkan.”

Sumber : https://eduvita.org/

Categories
Parenting

Tip Praktis Untuk Mama Papa

Pada awalnya orangtua harus siap mengikuti pola buang air kecil anak. Konsistensi juga menjadi kunci keberhasilan toilet training. Kita harus rela membawa anak ke toilet setiap 2-3 jam sekali untuk BAK. Misal, saat baru bangun tidur di pagi hari, sebelum atau sesudah makan, atau setelah bepergian dari luar. Pada malam hari kita dapat mengajak anak buang air kecil sebelum tidur dan sangat mungkin harus bangun tengah malam untuk mengajak anak ke toilet sehingga ia tidak mengompol.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Perhatikan keamanan dalam toilet, misalnya tidak licin, sehingga dapat menyebabkan anak terjatuh. Pengalaman pertama yang tidak menyenangkan di toilet dapat memengaruhi keberhasilan toilet training. ¦ Sesuaikan ukuran kloset untuk anak. ¦ Pakaikan anak celana yang mudah dilepas sehingga ia tidak mengalami kesulitan saat akan BAK atau BAB. ¦ Usahakan supaya anak tidak duduk lebih dari 5 menit karena bisa jadi anak sebenarnya belum benar-benar ingin BAK atau BAB. Jadi, usahakan kita mengetahui dengan pasti anak akan segera BAK atau BAB setelah didudukkan. Jika terlalu lama duduk, anak akan merasa tidak nyaman sehingga kurang menyukai pengalaman pertamanya.

¦ Pastikan seluruh anggota keluarga siap membantu proses toilet training. ¦ Beri pujian bila anak berhasil BAK atau BAB tanpa banyak kesulitan. Namun, jangan terlalu membesarbesarkan keberhasilan ini karena pada dasarnya mengontrol BAB atau BAK merupakan proses yang harus ia lewati secara alami. ¦ Jika anak belum berhasil, jangan marahi karena kemarahan justru akan mengganggu kelancaran proses toilet training. ¦ Hindari membicarakan ketidakberhasilan anak karena hal ini akan membuat ia merasa malu, bahkan gagal, dalam memenuhi harapan orangtua.

Jangan Lupakan Ini!

¦ Terlebih dahulu perkenalkan anak dengan penggunaan kloset, seperti cara duduk yang benar. ¦ Ajak anak ke toilet. Dengan sikap tenang, dudukkan anak pada kloset. Biarkan ia merasakan pengalaman pertamanya duduk di atas kloset. Selanjutnya, orangtua dapat menanyakan perasaan anak. Jika anak belum bisa menggunakan kloset, gunakan pispot sehingga sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ada baiknya anak memilih sendiri pispotnya. Selain pispot, kita juga bisa membeli dudukan kloset agar anak merasa nyaman.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Siapkah Si Kecil Toilet Training Bag3

Kejadian yang mungkin dianggap remeh, seperti terpeleset, atau merasakan sensasi dingin saat duduk di kloset pada pagi hari, dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman yang membuat anak enggan mengulangi hal tersebut. Karena itulah, buatlah suasana toilet yang menyenangkan untuk anak. Tempel hiasan-hiasan menarik, perhatikan pencahayaannya, dan tentu jaga kebersihannya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Orangtua tidak perlu berkecil hati apabila gagal. Berikanlah waktu pada anak selama beberapa saat untuk kemudian memulai lagi toilet training,” saran Nurul. Hal ini baik karena dapat membuat anak melepaskan rasa tidak nyamannya dan Mama-Papa pun sudah lebih tenang untuk kembali memulai proses toilet training.

Tentunya waktu istirahat jangan terlalu lama sehingga tidak sulit bagi orangtua untuk mengingatkan kembali kepada anak. Selain itu, evaluasi kembali penyebab kegagalan toilet training sehingga pada proses selanjutnya hal tersebut dapat dihindari. “Hal penting yang perlu diingat bagi setiap orangtua adalah untuk tetap semangat, sabar, dan konsisten dalam menjalankan proses toilet training untuk buah hatinya,” tutup Nurul.

Setinggi Apa Bayi Mama Saat Besar Nanti?

Ternyata, bukan hanya faktor genetik yang berpengaruh terhadap tinggi badan anak, melainkan juga lingkungan tempat tinggalnya saat bayi. Menurut temuan yang dimuat di Journal of Pediatrics, lingkungan kehidupan bayi sejak dalam kandungan hingga berusia sekitar 1 tahun akan menentukan tinggi badannya di masa dewasa. Studi ini dilakukan oleh para pakar dari Technion-Israel Institute of Technology, Tel Aviv University dan Bnai Zion Hospital.

“Faktor genetik memang menentukan tinggi badan seseorang, tapi jangan lupakan juga faktor lingkungan, seperti kondisi di kandungan, status nutrisi dan kesehatan selama 1 tahun pertama, struktur keluarga dan kondisi orangtua, serta situasi ekonomi dan emosional yang menyertainya. Faktor eksternal ini berpengaruh 50% terhadap pertumbuhan dan tinggi badan anak.

Anak yang lahir di lingkungan yang kekurangan nutrisi cenderung lebih pendek, sementara anak yang lahir di lingkungan yang baik akan lebih tinggi,” papar Profesor Ze’ev Hochberg, salah satu pakar yang terlibat dalam penelitian. Dari studi ini, diharapkan orangtua bisa membantu menyediakan lingkungan yang baik bagi bayinya agar bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Jika stres tak terkelola dengan baik, tekanannya terus bertambah, dirasakan secara sadar atau tidak, dampaknya bisa sangat beragam. Salah satunya, Mama mengalami masalah kesuburan sehingga lebih sulit mendapatkan kehamilan. Padahal untuk hamil, Mama perlu mendapatkan masa subur sehingga pembuahan berjalan dengan baik. Benarkah demikian? Menurut Allen Morgan, MD, direktur Shore Institute for Reproductive Medicine di New Jersey, AS, dalam sebuah jurnal, ini mungkin saja terjadi meski tidak secara langsung karena secara ilmiah hubungan langsung tersebut belum ditemukan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Maksudnya, tidak seperti kasus kanker ovarium, misalnya, yang secara langsung dapat menghambat Mama untuk hamil. Stres lebih ke arah gangguan terhadap keseimbangan produksi hormon, seperti meningkatnya hormon kortisol dan epinephrine yang akan memengaruhi kesuburan Mama. Morgan dan para dokter melakukan perbandingan antara pasangan yang mengalami stres dantidak.

Hasilnya ditemukan bahwa pasangan yang bahagia, santai dalam menjalani rutinitas, tidak begitu tertekan, lebih mudah mendapatkan kehamilan dibandingkan pasangan yang mengalami stres, sering tegang dan lelah, dan hidup yang penuh dengan tekanan. Hasil perbandingan ini dirilis di jurnal Human Reproduction. Masih menurut Morgan , saat tidak stres, protein di dalam rahim Mama meningkat sehingga Mama akan lebih subur dan kemungkinan terjadi pembuahan semakin besar.

Mengganggu Siklus Kesuburan

Tony Weschler, pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), juga menyatakan bahwa stres bisa mengganggu kesuburan Mama. Kinerja hipotalamus, selain mengatur emosi, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur. Intinya, stres bisa menunda kesuburan Mama sehingga kesempatan Mama untuk mendapatkan kehamilan pun bisa saja tertunda. Jika stres terus berkelanjutan bisa saja pelepasan sel telur tertunda menjadi lebih lama.

Masa subur ditandai dengan pengeluaran sel telur matang dari indung telur. Biasanya terjadi di antara hari ke 12-18 usai menstruasi. Bila seorang perempuan mengalami stres, maka masa subur bisa terganggu, menjadi tidak teratur atau sama sekali tidak subur. Sebab, proses keluarnya sel telur (ovulasi) dipengaruhi kinerja hipotalamus hipofi sis di dalam otak yang memengaruhi pengeluaran hormonhormon yang mematangkan dan mengeluarkan sel telur.

Misalnya, sebelum dilepas, sel telur dimatangkan oleh estrogen. Di sini akan terjadi peningkatan hormon FSH (Follical Stimulating Hormon) dan LH (Luteinizing Hormon) sehingga telur bisa dikeluarkan. Nah, kestabilan ini akan terganggu jika Mama mengalami stres yang membuat sel telur tidak matang dan tidak dapat keluar. Menjelang ovulasi pun biasanya produksi lendir serviks (cervical mucus) meningkat dan Mama dianggap sedang menuju atau mengalami masa subur.

Tetapi ketika stres, produksi lendir serviks berkurang atau malah kering yang menurunkan tingkat kesuburan Mama. Jika siklus yang tidak teratur ini terus-menerus terjadi, maka level kesuburan Mama bisa terus turun. Pada kondisi stres pun, produksi hormon kortisol meningkat yang dapat menyebabkan kemampuan reproduksi terganggu.

Categories
Parenting

Yang Bahagia Yang Lebih Mudah Hamil

Rasa waswas mengiringi Loretta saat masuk ke ruang praktik dokter Boy. Saat itu ia akan menerima kabar tentang pemeriksaan organ reproduksinya yang dilakukan beberapa hari lalu. Meski sudah berusaha tenang namun tetap saja ia waswas, takut kabar buruk bakal diterimanya. “Silahkan duduk Bu Reta!” pinta dokter Boy dengan ramah. Senyumnya terus mengembang sambil mena nyakan kabar Reta akhir-akhir ini.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Dokter Boy ber usaha mencairkan ketegangan di wajah Reta yang jelas terlihat. Reta tersenyum, sedikit ketegangan hilang saat melihat sumringah senyum dokter Boy. Tapi di sudut hati, tetap saja keinginannya untuk segera mendapatkan kehamilan berombak-ombak. Itu yang membuatnya kembali was-was. Setelah berbincang sejenak, dokter Boy menge luarkan beberapa lembar kertas hasil pemeriksaan. Ia pun mulai menjelaskan kondisi kesehatan, ter utama organ reproduksi, Reta. “Semua pemeriksaan sudah dilakukan dan hasil nya menunjukkan kalau semuanya normal,” jelas dokter Boy.

“Lalu?” Reta tak sabar ingin mengetahui kesimpul annya. “Ada kemungkinan masalahnya bukan pada fi sik Ibu,” jawab dokter Boy. “Di mana?” “Mungkin psikis, karena mungkin Bu Reta begitu sibuk dengan pekerjaan hingga stres, atau mungkin ada masalah lain?” ujar dokter Boy. Reta tersenyum getir, ia tahu arah pertanyaan dokter Boy. Bagaimana tidak stres, deadline pekerjaan harus ia hadapi setiap hari dan itu sangat menyita pikiran dan waktunya.

Kemudian, dokter Boy menjelaskan kenapa stres bisa menghambat Reta mendapatkan kehamilannya. Selang sebulan, demi menghindari stres dan ingin mendapatkan kehamilan, Reta pindah rumah ke luar kota. Sebuah kota di kaki gunung dengan suasana nyaman, sejuk, sepi menjadi pilihan. Beberapa bulan kemudian Reta mengabarkan ke dokter Boy bahwa dirinya positif hamil.

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Setiap orang pasti akan mendapatkan stres atau tekanan di dalam aktivitasnya. Tetapi tekanan tersebut berbeda-beda, ada yang ringan, sedang, dan berat. Yang ringan mungkin tak terasa, sementara yang sedang apalagi berat kerap menjadi masalahyang dapat mengganggu kondisi psikologis Mama. Tekanan-tekanan tersebut bisa karena beban pekerjaan, permasalahan keluarga, perselisihan dengan teman sekantor, impitan ekonomi, kecelakaan, kehilangan orang-orang terkasih, dan sebagainya.

Sumber : pascal-edu.com