Categories
Berita

Wawancara dengan Sri Mulyani Indrawati Bag4

Kalau tahun ini 2,45 persen, tidak berarti defsitnya lebih gede. Mungkin akan sama atau mungkin akan lebih kecil. Kedua, dari sisi pesan. Kalau defsitnya masih tetap 2,45 persen dan disertai dengan target penerimaan pajaknya yang realistis tapi ambisius. Di satu sisi, Indonesia harus menaikkan tax ratio dan saya akan terus melakukan ektensifkasi penerimaan pajak. Kalau saya membuat pesan itu saja, dunia usaha mungkin mulai khawatir, ini Menteri Keuangan mau ngapain lagi sesudah ini. Dan, yang ketiga, saya mau berfokus memperbaiki pemerintahan dan reformasi lagi. Orang kadang-kadang tidak suka berurusan dengan aparatnya, bukan soal pajaknya. Jadi kualitas institusi perlu diperbaiki. APBN memiliki tiga fungsi, yaitu mengoleksi pajak, melakukan stimulus ekonomi melalui belanja, dan memperbaiki kepercayaan diri melalui performa institusinya.

Categories
Berita

Wawancara dengan Sri Mulyani Indrawati Bag3

Ya, enggaklah. Kalau sudah deklarasi harta, artinya sudah bersih dari kewajiban pajak. Karena tax amnesty itu membebaskan Anda dari segala macam administrasi ataupun pidananya, tapi bayar 2 persen. Setelah itu, kalau Anda tidak melakukan apa-apa, ya tidak bayar pajak lagi. Ini tidak bersifat repetitif. Ini deklarasi. Pertama untuk mencuci harta Anda, bisa berupa mobil, barang, uang. Dalam RAPBN 2017 belanja dipangkas, tapi mengapa pertumbuhan ekonomi dinaikkan menjadi 5,3 persen? Pertama, saya mengatakan defsit di APBN 2017 adalah 2,41 persen. Padahal di APBN-P 2016 sebesar 2,35 persen. Tapi APBN-P 2016 outlook penerimaannya mungkin turun Rp 219 triliun. Jadi, kalau kita nanti menggunakan outlook 2016, kemungkinan defsitnya pasti lebih besar dari 2,35 persen.

Categories
Parenting

Tip Praktis Untuk Mama Papa

Pada awalnya orangtua harus siap mengikuti pola buang air kecil anak. Konsistensi juga menjadi kunci keberhasilan toilet training. Kita harus rela membawa anak ke toilet setiap 2-3 jam sekali untuk BAK. Misal, saat baru bangun tidur di pagi hari, sebelum atau sesudah makan, atau setelah bepergian dari luar. Pada malam hari kita dapat mengajak anak buang air kecil sebelum tidur dan sangat mungkin harus bangun tengah malam untuk mengajak anak ke toilet sehingga ia tidak mengompol.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Perhatikan keamanan dalam toilet, misalnya tidak licin, sehingga dapat menyebabkan anak terjatuh. Pengalaman pertama yang tidak menyenangkan di toilet dapat memengaruhi keberhasilan toilet training. ¦ Sesuaikan ukuran kloset untuk anak. ¦ Pakaikan anak celana yang mudah dilepas sehingga ia tidak mengalami kesulitan saat akan BAK atau BAB. ¦ Usahakan supaya anak tidak duduk lebih dari 5 menit karena bisa jadi anak sebenarnya belum benar-benar ingin BAK atau BAB. Jadi, usahakan kita mengetahui dengan pasti anak akan segera BAK atau BAB setelah didudukkan. Jika terlalu lama duduk, anak akan merasa tidak nyaman sehingga kurang menyukai pengalaman pertamanya.

¦ Pastikan seluruh anggota keluarga siap membantu proses toilet training. ¦ Beri pujian bila anak berhasil BAK atau BAB tanpa banyak kesulitan. Namun, jangan terlalu membesarbesarkan keberhasilan ini karena pada dasarnya mengontrol BAB atau BAK merupakan proses yang harus ia lewati secara alami. ¦ Jika anak belum berhasil, jangan marahi karena kemarahan justru akan mengganggu kelancaran proses toilet training. ¦ Hindari membicarakan ketidakberhasilan anak karena hal ini akan membuat ia merasa malu, bahkan gagal, dalam memenuhi harapan orangtua.

Jangan Lupakan Ini!

¦ Terlebih dahulu perkenalkan anak dengan penggunaan kloset, seperti cara duduk yang benar. ¦ Ajak anak ke toilet. Dengan sikap tenang, dudukkan anak pada kloset. Biarkan ia merasakan pengalaman pertamanya duduk di atas kloset. Selanjutnya, orangtua dapat menanyakan perasaan anak. Jika anak belum bisa menggunakan kloset, gunakan pispot sehingga sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ada baiknya anak memilih sendiri pispotnya. Selain pispot, kita juga bisa membeli dudukan kloset agar anak merasa nyaman.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Siapkah Si Kecil Toilet Training Bag3

Kejadian yang mungkin dianggap remeh, seperti terpeleset, atau merasakan sensasi dingin saat duduk di kloset pada pagi hari, dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman yang membuat anak enggan mengulangi hal tersebut. Karena itulah, buatlah suasana toilet yang menyenangkan untuk anak. Tempel hiasan-hiasan menarik, perhatikan pencahayaannya, dan tentu jaga kebersihannya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Orangtua tidak perlu berkecil hati apabila gagal. Berikanlah waktu pada anak selama beberapa saat untuk kemudian memulai lagi toilet training,” saran Nurul. Hal ini baik karena dapat membuat anak melepaskan rasa tidak nyamannya dan Mama-Papa pun sudah lebih tenang untuk kembali memulai proses toilet training.

Tentunya waktu istirahat jangan terlalu lama sehingga tidak sulit bagi orangtua untuk mengingatkan kembali kepada anak. Selain itu, evaluasi kembali penyebab kegagalan toilet training sehingga pada proses selanjutnya hal tersebut dapat dihindari. “Hal penting yang perlu diingat bagi setiap orangtua adalah untuk tetap semangat, sabar, dan konsisten dalam menjalankan proses toilet training untuk buah hatinya,” tutup Nurul.

Setinggi Apa Bayi Mama Saat Besar Nanti?

Ternyata, bukan hanya faktor genetik yang berpengaruh terhadap tinggi badan anak, melainkan juga lingkungan tempat tinggalnya saat bayi. Menurut temuan yang dimuat di Journal of Pediatrics, lingkungan kehidupan bayi sejak dalam kandungan hingga berusia sekitar 1 tahun akan menentukan tinggi badannya di masa dewasa. Studi ini dilakukan oleh para pakar dari Technion-Israel Institute of Technology, Tel Aviv University dan Bnai Zion Hospital.

“Faktor genetik memang menentukan tinggi badan seseorang, tapi jangan lupakan juga faktor lingkungan, seperti kondisi di kandungan, status nutrisi dan kesehatan selama 1 tahun pertama, struktur keluarga dan kondisi orangtua, serta situasi ekonomi dan emosional yang menyertainya. Faktor eksternal ini berpengaruh 50% terhadap pertumbuhan dan tinggi badan anak.

Anak yang lahir di lingkungan yang kekurangan nutrisi cenderung lebih pendek, sementara anak yang lahir di lingkungan yang baik akan lebih tinggi,” papar Profesor Ze’ev Hochberg, salah satu pakar yang terlibat dalam penelitian. Dari studi ini, diharapkan orangtua bisa membantu menyediakan lingkungan yang baik bagi bayinya agar bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Berita

Modal Besar Menyeret Pembakar Bag5

Rujukannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran. ”Dalam aturan itu ada rumus untuk mengkonversi kerusakan lingkungan dalam bentuk ganti rugi,” ujar Bambang. Berdasarkan perhitungan Bambang, ada dua jenis kerugian akibat kebakaran lahan National Sago: kerugian ekologis karena rusaknya lingkungan serta kerugian ekonomis karena hilangnya potensi pendapatan selama 15 tahun. Total kedua jenis kerugian ini sekitar Rp 319,168 miliar. Setelah lahan hangus terbakar, menurut Bambang, perlu biaya besar dan waktu lama untuk memulihkannya. Bambang menghitung biaya pemulihan lahan seluas 3.000 hektare itu sekitar Rp 737,745 miliar. Setelah menghitung kerugian, pekerjaan berikutnya adalah menyusun argumen hukum yang kokoh.

Categories
Tech

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold bag2

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold bag2

Jadi, dalam pengajaran STEM siswa belajar berbasis proyek untuk memecahkan masalah tertentu dengan berbagai keilmuan yang ada, seperti dijelaskan Stephen F DeAngelis (praktisi pendidikan dari Enterra Solution). Bukan berdasarkan mata pelajaran tertentu seperti yang selama ini dilakukan. Empat keilmuan STEM menjadi dominan dalam penyelesaian masalah, karena menurut National Science Foundation, lebih dari 80% pekerjaan dalam 10 tahun ke depan diprediksi akan terkait dengan empat bidang ini. Lebih lanjut DeAngelis menjelaskan bahwa jika diajarkan dengan benar, STEM mempersiapkan para siswa untuk menghadapi hidup ketimbang membimbing mereka menjalani profesi tertentu.

Karena siswa diajak menyelesaikan masalah dan berpikir kreatif, dua hal esensial dari sebuah inovasi. Ketika siswa bisa berinovasi ia bisa menciptakan pekerjaannya sendiri alias entrepreneur dan turut menyelesaikan masalah di lingkungannya. Satu hal yang tak didapat dari metode belajar hafalan. Dengan menyelesaikan masalah sendiri, siswa dapat langsung memahami fungsi dari ilmu STEM yang selama ini dipelajari. Fenomena yang selama ini yang terjadi di ruang-ruang kelas kita adalah kita tak mengerti untuk apa ilmu kimia, fisika, atau aljabar yang kita pelajari dalam keseharian. Belajar hanyalah untuk mengejar nilai saat ujian dan dilupakan begitu ujian selesai.

Pembelajaran menjadi sekedar angka di rapor ketimbang untuk menambah kekayaan hidup. Belajar bukan proses yang menyenangkan malahan membosankan karena kita tak terlibat didalamnya. Begitu siswa menyadari konsep inti dari pelajaran mereka, mereka bisa melihat masalah dan menggunakan kreativitas dan rasa penasaran mereka untuk meneliti, merancang, mengetes, dan mencari solusi. Meski solusi yang tepat mungkin tak langsung ditemukan dalam sekali waktu. Namun, kesalahan bukanlah hal yang tabu. Sebenarnya cara belajar ini sejalan dengan kurikulum 2013 dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang lalu, M. Nuh. Sayangnya oleh Mendikbud Anies Baswedan kurikulum 2013 ditarik karena dianggap belum matang.

Agar setiap siswa didikan PSF mumpuni dalam hal-hal tersebut, PSF menerapkan cara belajar STEM di tiap jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Nenny lantas bercerita semasa ia bersekolah diluar Indonesia. Saat itu pelajaran praktikum Kimia dan Nenny tidak memerhatikan pelajaran dengan baik karena asyik mengobrol. Alhasil, cairan yang seharusnya berwarna hijau, miliknya malah berwarna merah. Gurunya pun menghampiri dan bertanya kenapa warna cairannya bisa berbeda. Dengan rasa bersalah Nenny mengaku tidak memerhatikan. Ia lantas ditanya penyebab warna cairannya berbeda. Ia diajak berpikir mengenai kesalahannya. Nenny lantas memperkirakan karena ia salah memasukkan bahan kimia yang ada sehingga warna cairannya berbeda. Inilah yang menurut Nenny letak pembelajarannya, kesalahan bukan nista. Kita pun tak perlu takut jika salah, tapi mengakui dan memahami sebab kesalahan terjadi adalah bagian dari proses belajar.

Sumber ; autotradgold.space

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti Bag5

Film ini sengaja dikemas Huda dengan gaya dramatis dan potongan gambar pendek-pendek yang berganti dengan cepat. ”Sasaran saya anak muda yang gampang bosan bila disuguhi footage panjang,” kata Huda. Cepatnya transisi adegan kadang memusingkan meski masih dapat diterima. Kon?ik dimunculkan dengan baik hingga mencapai klimaks yang menyentuh saat flm memunculkan ayah dan ibu Akbar. Ikatan kuat dengan keluarganyalah yang menghentikan Akbar dari niatnya bergabung dengan ISIS. ”Saya ingat orang tua bilang bahwa jihad tak harus dengan senjata, tapi bisa jihad pena.” Terlihat materi flm ini kaya dan berasal dari banyak sumber. Huda pergi ke beberapa kota dan mewawancarai banyak orang dengan mendalam. Selama proses produksi sepanjang Maret 2015 hingga Mei 2016, footage yang dikumpulkan mencapai 180 jam. ”Saya akan membuat beberapa flm lagi dari footage ini,” ujarnya.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti bag4

Meski kualitas gambarnya tidak seragam, alur flm ini menarik. Isu terorisme yang sering dikupas dengan berbagai macam pisau teori kali ini disajikan secara manusiawi. Pertama, kita diajak mengenal sosok Akbar. Dengan logat Aceh yang kentara, Akbar menceritakan kegiatan sehari-harinya di sekolah. Dia murid pintar yang hafal Al-Quran dan jago bicara di depan umum. Pada satu titik, Akbar bosan dengan pelajaran-pelajaran di sekolah. Ia sering menghabiskan waktu di Facebook. Layaknya remaja yang sedang mencari jati diri, jumlah komentar dan like jadi hal penting untuk membuktikan eksistensi. ISIS paham hal ini dan menjadikannya alat untuk rekrutmen. ”Yang bergabung disuruh melakukan selfe dulu dengan senjata, lalu dipasang di Facebook,” ujar Akbar.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti bag3

Keren, dikagumi gadis-gadis, dan bisa pamer di media sosial. Persoalan maskulinitas ternyata. Berangkat dari Akbar, Huda kemudian menyoroti metode perekrutan ISIS, yang menembus pelosok-pelosok Indonesia seperti Bekasi, Lamongan, bahkan penjara di Nusakambangan. Rekrutmen semakin mudah berkat media sosial seperti Facebook dan Twitter serta aplikasi komunikasi seperti WhatsApp. Lebih dari 500 orang Indonesia telah menyatakan diri bergabung dengan ISIS. Salah satu adegan flm menampilkan Fauzan Anshori, pendiri pesantren di Ciamis, Jawa Barat. Fauzan terang-terangan mengaku sebagai simpatisan ISIS. Dia juga menunjukkan bagaimana media sosial membantunya dengan cepat mengetahui berita-berita Timur Tengah. ”Tak jadi masalah bila Yahudi yang membuat Facebook dan WhatsApp,” kata Fauzan. ”Orangorang kafr itu yang menciptakan, kita yang memanfaatkan.”

Categories
Parenting

Lebih Bahagia, Lebih Mudah Hamil

Jika stres tak terkelola dengan baik, tekanannya terus bertambah, dirasakan secara sadar atau tidak, dampaknya bisa sangat beragam. Salah satunya, Mama mengalami masalah kesuburan sehingga lebih sulit mendapatkan kehamilan. Padahal untuk hamil, Mama perlu mendapatkan masa subur sehingga pembuahan berjalan dengan baik. Benarkah demikian? Menurut Allen Morgan, MD, direktur Shore Institute for Reproductive Medicine di New Jersey, AS, dalam sebuah jurnal, ini mungkin saja terjadi meski tidak secara langsung karena secara ilmiah hubungan langsung tersebut belum ditemukan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Maksudnya, tidak seperti kasus kanker ovarium, misalnya, yang secara langsung dapat menghambat Mama untuk hamil. Stres lebih ke arah gangguan terhadap keseimbangan produksi hormon, seperti meningkatnya hormon kortisol dan epinephrine yang akan memengaruhi kesuburan Mama. Morgan dan para dokter melakukan perbandingan antara pasangan yang mengalami stres dantidak.

Hasilnya ditemukan bahwa pasangan yang bahagia, santai dalam menjalani rutinitas, tidak begitu tertekan, lebih mudah mendapatkan kehamilan dibandingkan pasangan yang mengalami stres, sering tegang dan lelah, dan hidup yang penuh dengan tekanan. Hasil perbandingan ini dirilis di jurnal Human Reproduction. Masih menurut Morgan , saat tidak stres, protein di dalam rahim Mama meningkat sehingga Mama akan lebih subur dan kemungkinan terjadi pembuahan semakin besar.

Mengganggu Siklus Kesuburan

Tony Weschler, pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), juga menyatakan bahwa stres bisa mengganggu kesuburan Mama. Kinerja hipotalamus, selain mengatur emosi, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur. Intinya, stres bisa menunda kesuburan Mama sehingga kesempatan Mama untuk mendapatkan kehamilan pun bisa saja tertunda. Jika stres terus berkelanjutan bisa saja pelepasan sel telur tertunda menjadi lebih lama.

Masa subur ditandai dengan pengeluaran sel telur matang dari indung telur. Biasanya terjadi di antara hari ke 12-18 usai menstruasi. Bila seorang perempuan mengalami stres, maka masa subur bisa terganggu, menjadi tidak teratur atau sama sekali tidak subur. Sebab, proses keluarnya sel telur (ovulasi) dipengaruhi kinerja hipotalamus hipofi sis di dalam otak yang memengaruhi pengeluaran hormonhormon yang mematangkan dan mengeluarkan sel telur.

Misalnya, sebelum dilepas, sel telur dimatangkan oleh estrogen. Di sini akan terjadi peningkatan hormon FSH (Follical Stimulating Hormon) dan LH (Luteinizing Hormon) sehingga telur bisa dikeluarkan. Nah, kestabilan ini akan terganggu jika Mama mengalami stres yang membuat sel telur tidak matang dan tidak dapat keluar. Menjelang ovulasi pun biasanya produksi lendir serviks (cervical mucus) meningkat dan Mama dianggap sedang menuju atau mengalami masa subur.

Tetapi ketika stres, produksi lendir serviks berkurang atau malah kering yang menurunkan tingkat kesuburan Mama. Jika siklus yang tidak teratur ini terus-menerus terjadi, maka level kesuburan Mama bisa terus turun. Pada kondisi stres pun, produksi hormon kortisol meningkat yang dapat menyebabkan kemampuan reproduksi terganggu.